a.
Baju/Kemeja
putih (kalau bisa panjang atau bisa juga jaket yang putih)
b.
Celana
panjang
2. Evi
Andani
a.
Baju/kemeja
hitam
b.
Celana panjang
3. Ichiro
a.
Baju
dan celana panjang (untuk sebelum di rampok)
b.
Baju
dan celana pendek (ketika sudah dirampok)
c.
Baju
(Ketika sudah dirawat)
4. M. Irvan Darmawan(*)
a.
Baju
(warna bebas)
b.
Celana
panjang
5. William
Berlin(*)
a.
Baju
(warna bebas)
b.
Celana
panjang
6. Gio
a.
Tasbih
(kalau ada)
b.
Baju
(warna bebas tapi kalau bisa yang cerah)
c.
Celana
panjang
7. Aan
a.
Baju
hitam (kalau bisa panjangnya sampai lengan bukan tangan)
b.
Celana
panjang hitam
c.
[Kalau
ada topi warna hitam]
8. Cinthya
Yamin
a.
Baju
hitam (kalau bisa panjangnya sampai lengan bukan tangan)
b.
Celana
panjang hitam
c.
[Kalau
ada topi warna hitam]
9. Angel(**)
a.
Baju
warna yang cerah
b.
Celana
panjang
c.
Alat
musik (kalau masih mau adegan yang waktu itu)
10. Ersa(**)
a.
Baju
warna yang cerah
b.
Celana
panjang
11. Darmawilly
a.
Baju
warna yang gelap
b.
Celana
panjang
12. Nikolas
a.
Baju
warna yang gelap
b.
Celana
panjang
Catatan:
*) Kalau bisa warna bajunya sama
**) Kalau bisa warna bajunya beda
-
Semua baju
ataupun atasan yang akan digunakan nanti sebaiknya polos
-
Buku
tebal (Kitab Taurat) 1
buah
-
Alkitab 1
buah
-
Kantung
(bawaan ichiro)[^] 2
buah
-
Kartu
Remi (angel dan ersa) 1
kotak
-
Tongkat
(pegangan ichiro) 1
buah
-
Kantung
(bawaan sepe n gio)[^] 2
buah
-
Kantung
(bawaan irvan n wb)[^] 2
buah
-
Kardus
(tempat tidur ichiro)[^^] 1
buah
-
Kain/seprei
(penutup kardus)[^^] ---------
-
Alat”
pengobatan sepert wadah air
, kain kompres, perban, dll ---------
-
Uang
(irvan bayar ke angel) 2
keping
-
Jaket
kelas[^^^]
Catatan :
^] Kantungnya itu
sebaiknya kain polos
^^] Ukuran kardus dan seprei itu seharusnya
seukuran sama ichiro
^^^] Semuanya bawa
Catatan penting : Semua alat
ataupun pakaian yang dibawa ini harus dijaga kebersihannya karena ada
kemungkinan besar kita akan menggunakan alat ini berkali-kali untuk Selasa
ataupun Rabu
5 komentar:
Nama : Seperayo
Kelas : XII MIPA 4
Nomor Absen : 29
1. Restrukturisasi Silogisme
Keterangan :
PM = Premis Mayor
Pm = Premis Minor
K = Kesimpulan
1.1 Paragraf 04
PM : Hanya keuntungan kecil dari komik impor yang diberikan pada
penerbit di Indonesia.
Pm : Lisensi untuk mencetak terjemahan adalah keuntungan kecil dari komik impor.
K : Hanya lisensi untuk mencetak terjemahan yang diberikan pada penerbit di
Indonesia.
1.2 Paragraf 05
PM : Strategi dalam bisnis komik di Indonesia berfungsi untuk mendorong
pembaca lebih selektif dan meminimalkan margin demi harga jual rendah.
Pm : Ratusan judul komik impor merupakan sebuah strategi dalam bisnis
komik di Indonesia.
K : Ratusan judul komik impor berfungsi untuk mendorong pembaca lebih
selektif dan meminimalkan margin demi harga jual rendah.
1.3 Paragraf 06
PM : Kondisi dunia komik Indonesia yang memprihatinkan akibat industri
penerbitan di Indonesia yang belum berpihak dengan komikus lokal.
Pm : Komik di Indonesia ibarat kalah sebelum berperang menunjukkan kondisi
dunia komik Indonesia yang memprihatinkan.
K : Komik di Indonesia ibarat kalah sebelum berperang akibat industri
penerbitan di Indonesia yang belum berpihak dengan komikus lokal.
Nama : Seperayo
Kelas : XII MIPA 4
Nomor Absen : 29
1. Restrukturisasi Silogisme
Keterangan :
PM = Premis Mayor
Pm = Premis Minor
K = Kesimpulan
1.1 Paragraf 04
PM : Hanya keuntungan kecil dari komik impor yang diberikan pada
penerbit di Indonesia.
Pm : Lisensi untuk mencetak terjemahan adalah keuntungan kecil dari komik
impor.
K : Hanya lisensi untuk mencetak terjemahan yang diberikan pada penerbit di
Indonesia.
1.2 Paragraf 05
PM : Strategi dalam bisnis komik di Indonesia berfungsi untuk mendorong
pembaca lebih selektif dan meminimalkan margin demi harga jual rendah.
Pm : Ratusan judul komik impor merupakan sebuah strategi dalam bisnis
komik di Indonesia.
K : Ratusan judul komik impor berfungsi untuk mendorong pembaca lebih
selektif dan meminimalkan margin demi harga jual rendah.
1.3 Paragraf 06
PM : Kondisi dunia komik Indonesia yang memprihatinkan akibat industri
penerbitan di Indonesia yang belum berpihak dengan komikus lokal.
Pm : Komik di Indonesia ibarat kalah sebelum berperang menunjukkan kondisi
dunia komik Indonesia yang memprihatinkan.
K : Komik di Indonesia ibarat kalah sebelum berperang akibat industri
penerbitan di Indonesia yang belum berpihak dengan komikus lokal.
Nama : Seperayo
Kelas : XII MIPA 4
Nomor Absen : 29
1. Restrukturisasi Silogisme
Keterangan :
PM = Premis Mayor
Pm = Premis Minor
K = Kesimpulan
1.1 Paragraf 04
PM : Hanya keuntungan kecil dari komik impor yang diberikan pada penerbit di Indonesia.
Pm : Lisensi untuk mencetak terjemahan adalah keuntungan kecil dari komik impor.
K : Hanya lisensi untuk mencetak terjemahan yang diberikan pada penerbit di Indonesia.
1.2 Paragraf 05
PM : Strategi dalam bisnis komik di Indonesia berfungsi untuk mendorong pembaca lebih selektif dan meminimalkan margin demi harga jual rendah.
Pm : Ratusan judul komik impor merupakan sebuah strategi dalam bisnis komik di Indonesia.
K : Ratusan judul komik impor berfungsi untuk mendorong pembaca lebih selektif dan meminimalkan margin demi harga jual rendah.
1.3 Paragraf 06
PM : Kondisi dunia komik Indonesia yang memprihatinkan akibat industri penerbitan di Indonesia yang belum berpihak dengan komikus lokal.
Pm : Komik di Indonesia ibarat kalah sebelum berperang menunjukkan kondisi dunia komik Indonesia yang memprihatinkan.
K : Komik di Indonesia ibarat kalah sebelum berperang akibat industri penerbitan di Indonesia yang belum berpihak dengan komikus lokal.
2. Penolakan terhadap teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”
Dewasa ini banyak dari kita menikmati bacaan bergambar atau komik yang terjual di toko-toko buku. Salah satu faktor yang mempopulerkan komik masa kini adalah perkembangannya yang pesat di Jepang, di negara ini komik dapat dijadikan suatu tema dalam menghasilkan berbagai produk lain. Produk-produk itu seperti film animasi, video game, alat-alat tulis, makanan, dsb. Luasnya pertumbuhan dunia komik di Jepang tidak hanya terbatas pada negara itu sendiri melainkan juga meluas ke negara lain seperti Indonesia. Secara sekilas hal ini berdampak positif pada perkembangan pola pikir secara global, ini disebabkan oleh ide-ide yang dituangkan ke dalam komik itu sendiri menjadi inspirasi tersendiri bagi para pembaca. Namun, dunia komik Indonesia menerima dampak yang memprihatinkan dari hal ini. Komik-komik hasil ciptaan anak bangsa tidak bisa menandingi komik-komik impor yang memiliki ide-ide fantastis dan daya marketing yang dapat menyentuh seluruh penjuru dunia. Hal ini mendorong penulis untuk mengulas lebih lanjut penalaran yang diberikan teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”, sebab suatu permasalahan tidak dapat kita terima begitu saja tanpa menguji kebenaran yang ditawarkan didalamnya.
Dalam menuliskan penalaran ini penulis bertujuan untuk memberikan pandangan atau pola pikir yang lebih kritis mengenai teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”. Hal ini berguna untuk memberikan pembaca sisi yang berbeda dari yang disuarakan oleh teks tersebut. Penulis berharap dengan adanya penalaran ini pembaca akan dapat bersifat netral dan tidak memihak pada kepentingan golongan tertentu yang didogmakan dalam teks. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca teks tersebut. Pertama, masalah pokok yang menjadi bahasan dalam teks. Kedua, penyebab masalah ini dapat muncul menurut pemikiran dari teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”. Ketiga, sikap pembaca terhadap masalah yang diutarakan dalam teks tersebut.
2. Penolakan terhadap teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”
Dewasa ini banyak dari kita menikmati bacaan bergambar atau komik yang terjual di toko-toko buku. Salah satu faktor yang mempopulerkan komik masa kini adalah perkembangannya yang pesat di Jepang, di negara ini komik dapat dijadikan suatu tema dalam menghasilkan berbagai produk lain. Produk-produk itu seperti film animasi, video game, alat-alat tulis, makanan, dsb. Luasnya pertumbuhan dunia komik di Jepang tidak hanya terbatas pada negara itu sendiri melainkan juga meluas ke negara lain seperti Indonesia. Secara sekilas hal ini berdampak positif pada perkembangan pola pikir secara global, ini disebabkan oleh ide-ide yang dituangkan ke dalam komik itu sendiri menjadi inspirasi tersendiri bagi para pembaca. Namun, dunia komik Indonesia menerima dampak yang memprihatinkan dari hal ini. Komik-komik hasil ciptaan anak bangsa tidak bisa menandingi komik-komik impor yang memiliki ide-ide fantastis dan daya marketing yang dapat menyentuh seluruh penjuru dunia. Hal ini mendorong penulis untuk mengulas lebih lanjut penalaran yang diberikan teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”, sebab suatu permasalahan tidak dapat kita terima begitu saja tanpa menguji kebenaran yang ditawarkan didalamnya.
Dalam menuliskan penalaran ini penulis bertujuan untuk memberikan pandangan atau pola pikir yang lebih kritis mengenai teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”. Hal ini berguna untuk memberikan pembaca sisi yang berbeda dari yang disuarakan oleh teks tersebut. Penulis berharap dengan adanya penalaran ini pembaca akan dapat bersifat netral dan tidak memihak pada kepentingan golongan tertentu yang didogmakan dalam teks. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca teks tersebut. Pertama, masalah pokok yang menjadi bahasan dalam teks. Kedua, penyebab masalah ini dapat muncul menurut pemikiran dari teks “Komik Indonesia – Jangan Kalah Sebelum Bertanding!”. Ketiga, sikap pembaca terhadap masalah yang diutarakan dalam teks tersebut.
Posting Komentar